RSS
Write some words about you and your blog here

Ulang Tahun Emas WWF-Indonesia: Golden Path of Love - What's Up Jakarta | areamagz.com

Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Meraih Dua Penghargaan Dari Kementerian Lingkungan Hidup - What's Up Jakarta | areamagz.com

Pemprov DKI akan Fungsikan kembali mal UKM - What's Up Jakarta | areamagz.com

Peluncuran Kartu Jakarta Pintar - What's Up Jakarta | areamagz.com

Mothercare ‘END OF SEASON SALE’ : discount up to 70% - Kids | areamagz.com

Rainbow after the Rain

Masih tergambar jelas dalam ingatannya bagaimana wajah polos Aliya memandangnya pertama kali saat ia memutuskan untuk duduk disebelah gadis manis itu. Ivan tersenyum, membayangkan Aliya tersenyum dan bengong menatap balik wajahnya. Mungkin hal itu tak pernah terulang lagi setelah Aliya sadar akan kebodohannya itu. Sejak saat itu tak pernah lagi Aliya memperhatikan wajah Ivan. Bahkan baru Ivan sadari saat mereka bicara, jarang sekali Aliya menatapnya langsung, ia lebih senang mengalihkan pandangannya ke arah lain atau berbicara sambil melakukan sesuatu, sehingga tak perlu menatap langsung wajah lawan bicaranya. 

Deru motor yang memekakan telinga baru saja membuyarkan lamunannya. Siapa oknum yang telah merusak lamunannya itu, penasaran Ivan berdiri, berjalan menuju jendela kamarnya. Dari balik horden putih berenda yang menutupi jendela kamarnya terlihat sebuah motor bebek berhenti persis diseberang rumahnya, yang tak lain adalah rumah pak Hamid si kepala RT. Pengemudi motor tersebut masih duduk diatas motornya, tapi ia tidak sendiri, ia memboncengi seorang gadis yang tak terlihat jelas wajahnya karena masih mengenakan helm.  

Perlahan Ivan menyingkap horden putih agar bisa lebih leluasa melihat siapa tamu yang datang mengunjungi rumah pak Hamid. Tak lama Pak Hamid keluar mengenakan sarung kotak-kotak berwarna kecoklatan, dipadukan dengan baju koko putih yang warnanya sudah menguning, dan peci hitam. Nampak pak Hamid sedang mempersilahkan kedua tamunya itu masuk dengan senyuman lebar yang memperlihatkan gigi palsunya. Masih dihantui rasa penasaran siapakah dua orang tersebut, Ivan kembali membuka lebar hordennya, kali ini ia menempelkan wajahnya pada kaca jendela rapat-rapat dan baru berhenti ketika pak Hamid menyadari tindakannya itu. Dengan satu  pelototan penuh arti yang bermakna jangan suka mencampuri urusan orang lain. Ivan segera menutup kembali hordennya dan beranjak dari situ. 

Masih berdiri dikamarnya Ivan berusaha keras mengingat siapa perempuan tersebut, rasanya perempuan berambut panjang tadi tak asing baginya. Tapi siapa.... ia mencoba menerka-nerka, apa mungkin?? perempuan itu......Aliya, teman masa lalunya, sudah 8 tahun mereka tak bertemu, tapi untuk apa Aliya ke rumah pak Hamid dan...siapa laki-laki itu, laki-laki yang membocenginya tadi.   

Hujan perlahan turun...semakin lama semakin deras, tatapan Ivan menerawang jauh keluar jendela. Kabut putih mulai menutupi keleluasaannya untuk melihat. Dalam hati ia berseru, 'akan selalu ada akhir dari setiap awalan, akan selalu ada perpisahan dari setiap pertemuan, akan selalu ada suka dari setiap duka, namun akan kah selalu ada pelangi setelah hujan?'

  


BB Cream



utk acara GR wisuda tgl 7 feb bsk. gw bingung sendiri (laaahh knp bingung -,-) bingung mw dandan sendiri atw ke salon (hahaha sepele kan??)
dan sampe detik ini msh blm diputuskan nyalon kah? atw nyendiri kah? *dandannya maksudnya..hehe
sebenernya dr minggu lalu udh janjian sih sm ank2 (red: bochil, ira, nisa) utk nginep brg dkosan nisa&ira. hahaha krn gw & bochil bukan lg ank kosan.(ingett lagi kan -___-). kalau bochil sm nisa udh fix utk acara GR wisudanya mereka ga nyalon, krn mereka pny alasan sndiri2 knp ga k’salon. Naaahh tinggalaahh gw sm ira, dan kita udh ngbahas soal #salon2an #makeupwisuda ratusan kali (lebayy…) dari dulu2 bangeettt. Kenapahh?? krn kalo soal muka gw&ira hampirr sama permasalahnnya. Apaa ituu? : 1. Kulit sensitif ; 2. Muka lg perawatan ; 3. Mau menutupin bekas2 jerawat biar cuaannntekk&ga kliatan alias ketutup sm make-up nya. hahaha… jadilaahhh kita bedua pusing2 nyari org yg jago ngerias, dari mulai make-up artist sampe cewe jadia2an (ini disensor aja yuaah..) kita kepo2in mulai dr cari di website, kepoin FBnya sampe tanya2 tmn gw yg pny sanggar make-up jg, trs knp ga k’tmn gw aja?? (alasannya harga : MAHAL gelaaaa!!!) yaaa meskipun wisuda jg kenangan seumur hidup, tapikan yaa g segitunya jg udh kyk mau ngrias penganten aja harganya *oouchhh…!! 
Sampe detik ini masih blm jelas jg mw dandan sendiri atw ke salon. Kalau kata nyokap gw yg notabene ga demen sm make-up yg colour-full alias natural2 aja bilang ”yaudahh km dandan aja sendiri, bagus jg kok, nanti ke salon malah menor” hhhmmpp….kann jd bingung jg, kalo nyalon sayang jg make-up2 gw kapan lagi kepakenya kalo bukan pas momment2 bgini??. tapi krn gw blm profesional agk takut jg nti make-up luntur dll. -_____-
eniweiii…. salah satu alasannya gw memposting tulisan ini karena sebenernya bukan bwt curhat kegalauan hati gw yg msh memilih nyalon/tidak tapi in case kalaupun akhirnya harus dandan sendiri. ini salah satu yg blm gw punya dan hrs punya utk menjaga keutuhan riasan gw *cieiileehh
1. BB cream (sm kyk judul postingannya)
ini  fungsinya sbg foundation/alas bedak. Tapi ini beda sm     foundation yg lain krn mengandung skin care juga, jd bs bwt perawatan kulit+ada SPFnya jg jd bs ngjaga kulit khususnya muka dr efek sinar UV.
nahh sekarang bingung diantara 3 pilihan, ada 3 rekomendasi BB cream yg cukup bagus+harga lumayan murah jg (pentiingg!!)

yang pertama BB cream dr Maybelin